Pj Bupati Buru Pimpin Rapat Evaluasi Pasca Idul Fitri 1445H
KAB BURU , Namlenews.com – Berlangsung diruang kerjanya pada 19 april 2024 Penjabat Bupati Buru Dr Djalaludin Salampessy S.,Pi.,SH.,M.,Si pimpin rapat evaluasi situasi dan kondisi paca cuti bersama dan hari raya idhul fitri 1445 H.

Turut hadir dalam kegiatan ini , Dandim 1506/Namlea letkol Arh. Agus Nur Pujianto S.IP M,Han , Kajari yang diwakili oleh Kasi Datim , Asisten II Setda Kab Buru , Direktur Rumah Sakit Umum Namlea , dari Kesbangpol , dan Dinas Tata Kota.
Dalam penyampaian evaluasinya Dandim 1506/Namlea letkol Arh. Agus Nur Pujianto S.IP M,Han mengatakan , secara keseluruhan situasi dan kondisi Pulau Buru khususnya Kabupaten buru kondusif aman dalam pelaksanaan kegiatan pengamanan Bulan suci Ramadan sampai dengan idul Fitri.
” Selama kegiatan kami selalu koordinasi dengan Polres , serta Perhubungan disetiap pos pengamanan semuanya berjalan aman dan tertib , ” ungkap Dandim.
Lanjut Dandim , terkait beberapa isu yang dikelola terutama situasi di gunung botak paskah penarikan pos pemantau . Menurut Dandim dirinya mendapat perintah langsung untuk gelar pasukan diwilayah teritorialnya.
” Kita tetap monitor organik Koramil Waeapo dan Babinsa di lokasi program-program sosial yang selama ini sudah kita antisipasi dengan pendekatan non finansial dan semuanya berjalan dengan lancar , ” jelas Dandim.
Dikesempatan yang sama Kajari yang diwakili oleh Kasi Datim mengungkapkan , berkaitan dengan instruksi kejaksaan berkaitan langsung dengan adanya gejolak ataupun permasalahan pembangunan jaringan transmisi oleh PT PLN .
Menurutnya , permasalahan ini sudah ditangani oleh kejaksaan tinggi lalu diturunkan SKK dikejaksaan negeri buru. Kemudian kami sudah memanggil para calon penerima kompensasi terkait ganti ruginya.
” Untuk pembangunan jaringan sudah dibayarkan pada pihak pertama dan itu yang menjadi salah satu penyebab mengapa sampai hal ini bisa terjadi konflik , ” terangnya.
Selain itu ada beberapa kasus di pertambangan gunung botak seperti bahan-bahan merkuri yang masuk di area pertambangan dan kasus ini sudah di tangani oleh kejaksaan Negeri Buru .
Direktur Rumah Sakit dr Helmi disela pertemuan juga menyampaikan , permasalahan yang ada di RSUD Namlea masih seputar obat-obatan yang sampai saat ini masih bisa diatasi dan para medis atau perawat sudah bekerja dengan baik.
Terkait kekurangan dokter spesialis dijelaskan oleh Helmi , tidak mungkin dokter kami bekerja 24 jam perhari . Kemudian ada beberapa pembangunan yang sudah tidak layak di pakai untuk itu kami berharap pemerintah daerah bisa melihat dan memberikan bantuan untuk pembangunan , kata Helmi.

Dalam tanggapannya , Pj Bupati Buru menilai untuk tmmd sudah siap hingga bagaimana nanti berkomunikasikan , sudah saya diskusikan untuk dipersiapkan di dinas PU dengan dinas keuangan mudah-mudahan tidak ada kendala lain terkait permasalahan yang disampaikan semua berjalan dengan baik kemudian koordinasi , komunikasi terkait dengan upaya atau langkah-langkah semua berjalan dengan baik dan sesuai harapan.
Bung Forbes
( Bag Prokopim Setda Kab Buru )

