Eksavator Menghilang Saat Bupati dan Forkopimda Tiba di Lokasi Tambang Gunung Nona
KAB BURU , Namlea ( Maluku ) – Bupati Ikram Umasugi S.E kembali menegaskan tentang komitmennya untuk menghentikan segala aktivitas pertambangan ilegal di Kabupaten Buru .
Langkah ini dilakukan dengan turun langsung ke lokasi tambang emas ilegal Gunung Nona di desa Wapsalit Kecamatan Lolongguba pada Senin ( 26 / 10 / 2026 ) .

Turut mendampingi Bupati dalam kunjungan tersebut , Wakil Bupati Sudarmo S.P.,M.Si , Sekda Asiz Tomia dan unsur Forkopimda serta jajaran OPD Pemda Kab Buru .
Lewat kunjungan ini Bupati ingin dan mencek serta melihat dari dekat kondisi kerusakan lingkungan dan dampaknya akibat pertambangan ilegal yang dilakukan .
Bupati menegaskan , keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama pemerintah daerah karena itu persoalan tambang ilegal tidak bisa hanya dilihat sebagai persoalan administrasi atau perizinan , tetapi juga menyangkut keselamatan manusia dan potensi ancaman terhadap lingkungan , ungkapnya .

Kehadiran dirinya bersama Forkopimda ke areal tambang gunung nona tidak bermaksud untuk mematikan mata pencaharian masyarakat namun setiap kegiatan pertambangan wajib dilakukan sesuai ketentuan hukum , memiliki izin yang sah , memenuhi standar keselamatan , serta memperhatikan kelestarian lingkungan , ujar Bupati .
” Pertambangan harus legal , aman dan bertanggung jawab , ” tegasnya .
Menurutnya , persoalan pertambangan di Kabupaten Buru harus dilihat secara lebih komprehensif. Potensi sumber daya alam memang harus mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat dan daerah tetapi pengelolaannya tidak boleh mengorbankan keselamatan manusia maupun kelestarian lingkungan .

Bupati menegaskan , penertiban tidak boleh hanya fokus pada lokasi yang terlihat dari jalur utama , tetapi juga harus mencakup titik – titik lain di sekitar perbukitan lokasi perendaman serta area yang berpotensi menjadi tempat berlangsungnya aktivitas pertambangan ilegal.
Bupati mengingatkan , aktivitas pertambangan tanpa izin di kawasan Gunung Nona berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan , longsor , dan banjir , terutama ketika curah hujan meningkat .
Selain itu penggunaan bahan kimia berbahaya dalam proses pengolahan emas termasuk merkuri menjadi perhatian serius karena dapat mengancam lingkungan dan kesehatan masyarakat , tambahnya .
Ketika menulusuri sungai wamkedan rombongan Bupati melihat penambang sedang melakukan aktivitas secara manual di sepanjang aliran sungai .
Sejumlah excavator juga terpantau melalui drone terlihat berada di antara semak – semak yang sengaja disembunyikan oleh pemiliknya .
Bupati berharap , dengan kunjungan langsung ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat pengawasan terhadap kawasan Gunung Nona sekaligus mencegah potensi kerusakan lingkungan dan ancaman keselamatan bagi masyarakat yang beraktivitas di sekitar aliran sungai maupun yang berada di desa sekitarnya .

