Bupati Pastikan Akses Jalan Menuju Danau Rana Diprioritaskan
KAB BURU , Namleanews.com – Percepatan pembangunan di Dataran Danau Rana telah menjadi salah satu prioritas utama pemerintah Kabupaten Buru .
Sebagai wilayah yang memiliki potensi alam yang melimpah dan keragaman budaya yang luar biasa , Dataran Danau Rana tidak hanya menjadi pusat perhatian dari segi ekonomi , namun juga dari segi sosial dan budaya.

Salah satu aspek penting dalam pembangunan di Dataran tersebut , adalah keterlibatan masyarakat adat yang memiliki peran signifikan dalam menjaga kelestarian alam serta warisan budaya yang ada .
Masyarakat adat di sekitar Danau Rana dengan segala kearifan lokal yang dimiliki telah menjadi bagian tidak terpisahkan dari upaya percepatan pembangunan yang dilakukan oleh Pemda Kabupaten Buru .
Dalam beberapa program yang dilaksanakan , mereka tidak hanya dilibatkan sebagai penerima manfaat tetapi juga sebagai pelaku utama dalam upaya pelestarian hutan dan lahan , serta pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan .

Kunjungan Bupati Ikram Umasugi S.E bersama Wakil Bupati Sudarmo S.P.,M.Si dan Sekda Asiz Tomia S.S.T.P serta Ketua TP- PKK Kab Buru Mohra Ikram Umasugi ke komunitas adat yang mendiami sekitar Dataran Danau Rana berkomitmen akan menjadikan jalan menuju kawasan Danau Rana sebagai skala prioritas .
Bupati memastikan , pembangunan akses jalan harus bisa menembus hingga ke kampung – kampung terpencil guna mendukung kemajuan daerah dan menghubungkan seluruh wilayah di Dataran Rana dengan Ibu kota Kecamatan maupun Kabupaten .
Bupati menyatakan komitmennya untuk menghadirkan pembangunan berkelanjutan serta pemerataan infrastruktur guna menurunkan angka kemiskinan ekstrem dan stunting di kawasan adat terisolasi tersebut.
” Pembangunan jalan di daerah terpencil bertujuan untuk membuka akses pelayanan dasar seperti kesehatan dan pendidikan , ” ungkap Bupati saat bertatap muka dengan masyarakay di Dusun Waegrahe .

Oleh karena itu Bupati menghimbau kepada petugas kesehatan dan para guru untuk selalu menjaga kontinuitas lelayanan .
” Petugas medis dan guru untuk tidak terlalu melakukan perjalanan ke kota atau terlalu lama ke kota , hal itu dapat melantarkan proses belajar siswa dan mengorbankan penanganan darurat pasien , ” ungkap Bupati Ikram Umasugi .
Para guru dan petugas kesehatan harus mampu beradaptasi dengan budaya lokal serta melayani dengan empati dan keramahan , mengingat kondisi psikologis dan sosiologis masyarakat adat yang khas , tambahnya .
” Karena itu pendekatan pelayanan berbasis karakteristik adat , perlu diterapkan , ” ucapnya .
Kehadiran aktif para guru dan perangkat kesehatan di desa adat terpencil merupakan perwujudan langsung dari kehadiran pemerintah dalam menghapus kesenjangan fasilitas perkotaan dan perdesaan .
Karena itu , Bupati meminta kepada masyarakat agar melaporkan langsung kepadanya , Wakil Bupati maupun Sekda apabila ada guru atau petugas kesehatan yang tidak menjalankan tugas di semua daerah adat pegunungan .
Bung Forhes

