Dinamika Politik Dan Komunikasi Politisi Jelang Pilkada Di Kabupaten Buru
Oleh : Bung Forbes
Kab Buru ,nanleanews.com – Politisi itu sangat terkait dengan yang namanya moralis atau ” Pemintal Kata – Kata ” yang seng mudah kehilangan inspirasi dan selalu membicarakan kebenaran dan masa depan.
Tahun 2023 sampai 2024 adalah tahun politik. Ini karena proses – proses politik menuju pemilihan legislatif , Bupati , Gubernur , dan presiden su mulai bergulir , yang pasti akan menghangatkan kompetisi bahkan memanaskan dunia politik khususnya katong di Kab Buru.
Dalam pandangan idealis sejatinya kata-kata yang keluar dari mulut politisi adalah sarana untuk mengembangkan kesadaran kemanusiaan guna menyampaikan kebenaran K dan keyakinan yang positif karena politisi adalah moralis yang pandai memintal kata kata manisnya menjadi satu keyakinan untuk menarik perhatian masyarakat.
Namun menurut salah satu filsuf terkenal ” politik itu adalah seni untuk merancang kebohongan “.
Kemampuan katong manusia dalam berbicara salah satu kemampuan dasar yang paling esensial yang membedakan katong dengan mahluk lainnya, dan selalu ada dinamika kalau berbicara terkait politik, bahkan selalu menimbulkan perdebatan hingga konflik.
Dalam satu Riwayat Nabi Muhamad SAW su kasih ingat par umatnya bahwa , “Jika kita tidak mampu berbicara baik , maka lebih baik diam.”
Lalu diingatkan lai oleh sahabatnya , Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu “Seseorang mati karena tersandung lidahnya. Dan, seseorang tidak mati karena tersandung kakinya. Tersandung mulut akan membuat (pening) kepala, sedang tersandung kaki akan sembuh perlahan.”
Jadi bicara yang baik benar dan jujur penting bagi katong pung politisi di Kabupaten Buru jika ingin jadi wakil rakyat , atau mau jadi Bupati di negeri ini.
Hal itu perlu diperlukan untuk membangun persepsi politik terkait dengan karakter, identitas, dan value yang dimiliki oleh calon wakil rakyat atau calon pemimpin di Kab Buru , termasuk image tentang politik saat ini yang telah menghalalkan segala cara, terrmasuk politik kepeng.
Dinamika Komunikasi Politik oleh Politisi saat ini diwarnai oleh gambaran buram oleh perilaku aktor politik yang nyaris mendominasi setiap detik, setiap menit, setiap jam dalam hari-hari dengan mengumbar kata-kata persuasif klaise , dan terkadang parlente disertai foto narsistik , dan seringkali tidak memberi inspirasi yang tak bermakna.
Saat ini dalam panggung Politik di Buru telah terjadi banyak distorsi yang penuh kepalsuan artinya bahwa , katong sedang memasuki ” peradaban dangkal “, yang senang memuja apa yang terlihat ” luar biasa” meski penuh ” kepalsuan ”
Katong pung masyarakat dong jadi bingung dalam memaknai realitas yang nyata atau maya , yang asli atau manipulatif dalam komunikasi politik yang disumbang oleh para politisi di negeri ini.
Lalu katong jadi prihatin betapa mudahnya para politisi dan simpatisannya mengumbar janji seolah orientasi sang politik junjungannya yang terbaik.
Pada bidang politik saat ini masyarakat di Kabupaten Buru nyaris kehilangan contoh adanya komunikasi politik yang bijak dan baik serta jujur dari politisi apalai saat menjelang pilkada maupun pilegis.
Berbicara yang baik dan jujur terkait politik yang dilakukan oleh masyarakat dan terutama Politisi akan senantiasa hadir dalam ruang dan waktu dalam beragam konteks kepentingan.
Seorang Politisi yang telah mampu berbicara dengan baik, hakikatnya telah melakukan personal branding bagi dirinya termasuk bagi partainya. Selanjutnya akan menumbuhkan reputasi baik bagi diri, partai bahkan bagi hadirnya Kabupaten Buru yang lebih baik… Semoga!

