Jafar Nurlatu : Sekda Layak Masuk Bursa Calon Bupati Buru 2024
KAB BURU , Namleanews.com – Mendekati pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun ini , sejumlah Partai Politik semakin gencar mencari figur Calon Bupati dan Wakil Bupati untuk diusung partainya menjadi pemimpin di Kabupaten Buru periode 2025-2030 mendatang.
Bahkan belakangan ini telah bertuip kabar bahwa , Partai-partai Politik telah memiliki figur yang akan dipertarungkan pada bursa Pemilihan Bupati yang akan digelar pada bulan november nanti.
Hal ini mendapat respon dari politisi partai Demokrat Jafar Nurlatu , yang juga akademisi dan pengamat politik di Kabupaten Buru.
Menurutnya , dari sekian calon Bupati di Kabupaten Buru yang lagi menjadi pembicaraan publik Sekda M Ilias Hamid merupakan salah satu figur yang layak masuk dalam bursa calon bupati Buru.
Dijelaskan Jafar , Sekda dengan pengalaman birokrasinya sangat diharapkan oleh publik atau masyarakat Kabupaten Buru untuk bisa maju dalam kontestasi pemilihan Bupati Buru.
” Soal beliau berpasangan dengan siapapun itu nanti , yang jelas sekda memiliki pengalaman birokrasi yang cukup mumpuni untuk bisa mengatur tata kelola pemerintahan , ” jelasnya.
Namun kata Jafar , itu semua kalau Sekda punya keinginan untuk maju sebagai calon Bupati Buru. Dan jika hal itu terjadi tentunya Sekda tidak perlu menjadi Pejabat Bupati sebab sesuai keputusan Mendagri harus mundur lima bulan sebelum pilkada berlangsung.
Perhelatan politik pilkada di Kabupaten Buru telah mengalami suatu transformasi yang demokratis , dimana banyak anak daerah yang mengambil peran dengan berbagai pengalaman yang dimiliki oleh mereka , tambahnya.
” Ada yang berpengalaman sebagai politisi , pengusaha , dan birokrasi , ” ucapnya.
Mereka memiliki kemampuan yang nantinya dinilai oleh masyarakat untuk dipilih saat pemilihan nanti .
Dirinya menilai perhelatan pemilihan legislatif berbeda dengan pilkada , sehingga bagi mereka yang tidak terpilih di pilegis dan maju sebagai calon Bupati belum tentu tidak terpilih. Pilegis banyak orang dan banyak pilihan dan tidak memiliki pasangan , ini berbeda dengan pilkada.
” Jika calon bupati yang memiliki financial yang cukup , dan didukung dengan narasi politik serta strategi politik yang baik , maka tidak mungkin calon yang kalah di pilegis bisa saja menang di pilkada , ” ungkapnya.
Jafar berharap , masyarakat pemilih di Kabupaten Buru tidak melihat faktor uang sebagai penentu untuk memilih calon pemimpin di Kabupaten Buru ke depan.
” Orang yang punya uang dia belum tentu layak untuk menjadi pemimpin di daerah , sebab kemampuan mengolah uang tidak sama dengan mengolah kebutuhan masyarakat yang telah tertuang dalam proses pembangunan dipemerintahan ” tegasnya.
Bung Forbes

