Direktur Rumah Sakit Umum Namlea Menepis Semua Issu Terkait Pelayanan
Kab Buru , namleanews.com- Tentang pelayanan di Rumah Sakit Umum Namlea Kabupaten Buru menjadi perbincangan dimasyarakat terkait dengan lambatnya penanganan terhadap pasien , tidak adanya ketersediaan obat dan tenaga dokter , sampai dengan persoalan BPJS. Selasa 11/07/23
Hal ini mendapat respon dari Direktur Rumah Sakit Umum Namlea Dr Helmi Koharjaya , seperti yang disampaikannya kepada awak media ketika ditemui diruang kerjanya. Menurut Helmi , dirinya bersama DPRD Kabupaten Buru telah membahas semua persoalan yang diresahkan oleh masyarakat yang berhubungan dengan Rumah Sakit Umum Namlea yang dipimpinnya.
” Intinya kami telah bicarakan soal semuanya dengan pihak DPRD , tim monitoring , kami juga telah melakukan zoom meeting dengan Mendagri untuk menstabilkan kondisi yang ada , ” kata Helmi.

Menurut Helmi , yang berkaitan dengan hak – hak para dokter dan tenaga medis sudah disepakati oleh Pemda Kabupaten Buru untuk dibayarkan , bahkan untuk dokter PPDJS yang bantuan dari Kementerian sudah dibayarkan sampai bulan Juni , ujarnya.
” Kemarin memang ada keterlambatan 4 bulan tetapi semua sudah dibayarkan , ” ungkapnya.
Lanjutnya , sekarang ini hanya ada 2 dokter dari kementrian yang belum dapat tempat tinggal dan mereka menuntut untuk harus ada tempat tinggal ini menjadi tanggung jawab daerah sebab daerah yang meminta kedatangan dokter ahli tersebut.
Kita harus menyiapkan rumah dinas dan kendaraan juga insentif namun sampai saat ini memang rumah dinasnya yang belum ada , dari tiga yang diminta baru satu yang disiapkan itu buat dokter spesialis penyakit dalam , yang belum dapat rumah itu dokter spesialis anak dan bedah.

” Sekarang dokter spesialis yang sedang bertugas di RSU Namlea itu ada tujuh orang terdiri dari dua dokter gigi , dua dokter anestesi, dua dokter penyakit dalam dan satu dokter anak , ” jelasnya.
Sementara itu Helmi juga menepis tentang tujuh orang dokter yang katanya telah berpindah ke jakarta.
” Hanya 2 dokter spesialis saja yang berangkat ke jakarta yaitu dokter spesialis anak dan dokter bedah , itupun karena mereka belum mendapat rumah dan mereka telah menyampaikan kalau rumah dinas sudah ada mereka akan datang kembali untuk bertugas , ” pungkasnya.
Menanggapi pasien yang dirujuk keluar Namlea seperti ke Namrole dan Ambon Helmi menandaskan , dokter spesialis kebidanan karena ada urusan keluarga maka sedang berangkat keluar Namlea sehingga tidak berada ditempat namun Helmi juga sesali karena pasien yang datang itu tidak terjadwal.
” Pasien yang datang ini juga kan tidak terjadwal kalau terjadwal saya rasa tidak mungkin dokter spesialis itu berangkat , kalaupun dia berangkat seumpamanya tanggal itu kalau pasien itu sudah terjadwal berarti akan dikonfirmasi , ibu-ibu yang hamil resiko tinggi seharusnya itu sudah dikonsultasikan dengan dokter spesialis supaya bisa dipantau dan dijadwalkan , ” tegasnya.
Soal BPJS ada regulasinya , dimana untuk mengelola anggran BPJS Rumah Sakit harus sudah di blud lebih dulu , artinya Rumah Sakit Namlea beranjak ke gred atau tipe B.
” Untuk stabilnya pelayanan saya sudah menelpon untuk berkoordinasi dengan rumah sakit di Ambon dan syukur mereka mau membantu kita dengan obat-obat , dan juga kita meminta bantuan dari dinas kesehatan yang telah memberikan kita 80 cairan infus semuanya berjalan dengan baik dan lancar , ” tutupnya.
( Bung Forbes )

