Kunjungi Tambang di Desa Limampoli Bupati Tegaskan Anak Sekolah Dilarang Menambang
KAB BURU , Namlea ( Maluku ) – Dalam berbagai kunjungan ke lokasi tambang ilegal di Kabupaten Buru Bupati Ikram Umasugi S.E secara konsisten memberikan saran dan arahan kepada masyarakat untuk mencegah kerusakan lingkungan dan masalah hukum serta pendidikan anak .
Kondisi pendidikan dibeberapa sekolah di Kabupaten Buru yang dekat dengan areal tambang sangat mempengaruhi pola pikir anak .
Akibatnya banyak anak mulai beralih menjadi buruh tambang untuk menopang ekonomi sebagai alasannya .
Menurut salah satu guru , sebelum kehadiran tambang masyarakat setempat berlomba – lomba menyekolahkan anak mereka .
Bupati memberikan masukan tegas agar masyarakat segera menghentikan eksploitasi anak dengan tidak mempekerjakan mereka di tambang ilegal .
Namun salah satu penyebab dari permasalahan pendidikan tersebut yaitu karena anak-anak usia sekolah di desa ternyata lebih tertarik untuk ikut orangtua atau lingkungannya guna bekerja di areal pertambangan .
Dalam kunjungannya ke areal tambang Waemeho dan Waemata di desa Limampoli Kecamatan Finaleisela Bupati mengungkapkan bahwa ,
anak-anak sekolah yang bekerja di tambang emas ilegal ( PETI ) menghadapi risiko putus sekolah dan masalah kesehatan serius akibat paparan merkuri dan bahaya fisik dari lingkungan tambang yang tidak aman.
” Keterlibatan ini merampas hak pendidikan serta memicu masalah sosial , dan melestarikan siklus kemiskinan antar generasi , ” ungkapnya .
Eksploitasi anak – anak untuk bekerja di tambang ilegal sangat berbahaya sudah menyerupai bentuk kerja paksa , tambahnya .
Dikatakannya , keterlibatan anak dalam pertambangan emas ilegal adalah pelanggaran hak anak yang berdampak buruk pada masa depan mereka . Oleh karena itu Bupati menegaskan dan melarang anak – anak sekolah untuk bekerja di tambang ilegal dimanapun berada dalam wilayah Kabupaten Buru .
” Mereka harus tetap bersekolah untuk melanjutkan pendidikannya , karena merekalah aset daerah yang kelak akan meneruskan kepemimpinan di Kab Buru , ” tutupnya .

