Kantor Bahasa Provinsi Maluku Adakan Festifal Tunas Bahasa Ibu 2023
Kab Buru , Namleanews.com – Festifal Tunas Bahasa Ibu 2023 yang dilaksanakan oleh Kementrian Kebudayaan Riset Dan Tehnologi Badan Pengembangan Dan Pembinaan Bahasa Kantor Bahasa Provinsi Maluku di Kabupaten Buru berlangsung di Stadion Lestari.

Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Penjabat Bupati Buru DR Djalalludin Salampessy S.,Pi.,M.,Si ini dihadiri oleh Sekda M Ilias Hamid SH .,MH , Asisten II Abas Pelu , Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Dahlan Kabau , Kadis Dispora Ismail Soamole , Kabid Budaya Joharia Tan dan Kabag Protokoler Setda Kabupaten Buru.
Kepala Kantor Bahasa Provinsi Maluku Kiti Karenisa SS.,MA dalam memberikan sambutannya mengatakan bahwa , sangat mengapresiasi 102 siswa dari 14 sekolah dasar dan 4 sekolah menengah pertama , yang mengikuti Festifal Tunas Bahasa Ibu 2023 di Kabupaten Buru ini.
Peserta yang mengikuti festifal sebanyak 14 sekolah dasar dan 4 sekolah menengah pertama.
” Kami dari Kantor Bahasa Provinsi Maluku Kementrian Tehnologi dan Kebudayaan sangat senang bisa melaksanakan kegiatan Festifal Tunas Bahasa Ibu khususnya Bahasa Buru , ” ungkapnya.
Kegiatan ini juga dilaksanakan dalam rangka revitalisasi Bahasa Daerah Buru , perlu diketahui juga jumlah bahasa didunia berdasarkan data dari etnolog sebanyak 7.168 di dunia dan ada 718 bahasa di Indonesia serta 70 bahasa daerah yang ada di Provinsi Maluku.
Namun angka ini terus mengalami penurunan bahkan tercatat ada bahasa – bahasa di dunia yang mulai punah yang sudah tidak ada lagi penuturnya , sekitar 60 sampai 80 % .
Dalam penelitian ahli bahasa dari Australia terhadap bahasa buru di bagian selatan , tengah dan timur , dengan berbagai sampel seperti permainan sampai perkawinan dan lainnya , disimpulkan tidak adanya komunikasi secara turun temurun menjadi salah satu faktor penyebab punahnya bahasa di Buru.
Kebanyakan bahasa daerah hanya digunakan oleh sebagian orang saja dan itu hanya berlangsung dirumah saat berinteraksi sesama keluarga , bahasa daerah sudah tidak lagi menjadi bahasa ibu sehingga tingkat kepunahannya sangat tinggi.
Maka yang harus dilakukan , generasi yang lebih tua mendorong bahasa ibu untuk terus digunakan setiap moment dan disemua tempat dan dijadikan sebagai alat komunikasi masyarakat diajarkan sebagai muatan lokal oleh para guru.
Dikesempatan yang sama Penjabat Bupati Buru DR Djalaludin Salampessy S.,Pi.,M.,Si dalam arahannya yang kemudian membuka secara resmi kegiatan ini mengungkapkan , dalam rangka melestarikan Bahasa Buru dimana akan merupakan bagian yang berkelanjutan sebagai wujud dari kelestarian budaya dan bahasa Buru.
Festifal Tunas Bahasa adalah satu rangkaian yang sangat memberikan makna dan arti yang luas untuk masyarakat di Buru , rasa khwatir yang disampaikan oleh Kepala Kantor Bahasa Maluku merupakan fakta yang terjadi diseluruh indonesia maka itu akan menjadi perhatian bagi kita agar bahasa Buru tidak akan lenyap.
” Akar budaya harus dapat dilestarikan dan hari ini kita berada pada festifal , yang akan diingatkan kepada generasi muda di Kabupaten Buru , ” tandasnya.
Diharapkan bukan saja dari kecamatan Finaleisela , tapi harus mampu untuk menggabungkan semuanya seperti dari Namlea dan daerah pesisir lainnya , karena di pesisir bahasa daerah sudah mulai hilang bahkan dalam dialog sehari – hari.
” Yang masih bertahan dan menggunakan bahasa daerah hanyalah daerah pegunungan , ” jelasnya.
Untuk hal ini menjadi perhatian oleh Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan dan Kabid Kebudayaan untuk bagemana caranya kita melibatkan anak anak di wilayah pesisir sehinga mereka tahu , mereka faham , sehingga mampu untuk mengkomunikasikan berbagai tradisi dengan menggunakan bahasa buru.
Inilah yang kemudian difahami oleh generasi penerus di kabupaten buru sehingga pemaknaan pengucapan , permainan , bercerita , bahkan dalam busaya budaya seperti pernikahan dan lainnya , harus mampu bisa dilakukan dengan bahasa .

Dengan demikian saya meminta kepada semua peserta agar ikutilah kegiatan ini dengan seluruh kemampuan yang ada dan menjadikan ini sebagai kemajuan generasi Buru dimasa depan.
Bung Forbes
( Bag Prokopim Setda Kab Buru )

