Camat Kecamatan Lilialy Buka Musrembangdes Desa Sawa
KAB BURU , Namleanews.com – 23 Januari 2025 , berlangsung kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa ( Musrembangdes ) dalam rangka Pembahasan dan Penyepakatan Rencana Kerja Pemerintah Desa ( RPK Desa ) Tahun 2025 dan DU RKP Desa Tahun 2026.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Kantor Desa Sawa Kecamatan Lilialy yang dihadiri oleh Camat Kecamatan Lilialy , Kades Sawa , Ketua BPD , Pendamping Desa , Babinsa , serta tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya Camat Kecamatan Lilialy Moh.Nasir Waiulung St mengatakan , tema maupun kebijakan dari pusat sampai ke desa sebagai pemangku kepentingan semua diminta untuk meningkatkan dan menjaga ketahanan pangan sehingga alokasi dana desa maupun dana desa dapat dimaksimalkan.
” Sehingga ditahun berikutnya semua kebutuhan selalu dapat dipenuhi , ” jelasnya.
Untuk tahun ini lanjut camat , semua agenda atau kegiatan dipantau langsung oleh pihak kejaksaan maupun kepolisian.

” Biasanya pengawasan dibawah BPD selaku lembaga desa , tetapi pada tahun ini semua aitem kegiatan di desa langsung dipantau oleh kejaksaan , ” ungkapnya.
Sementara itu sebelumnya Pejabat Kepala Desa Sawa Rohmad Soamole S.sos mengungkapkan , Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa atau biasa disingkat dengan Musrenbangdes merupakan salah satu mekanisme penting dalam sistem perencanaan pembangunan.
Oleh karena itu dirinya berharap , dalam kegiatan Musrembangdes ini mengacu pada program pemerintah pusat , pemerintah provinsi , dan pemerintah daerah Kab Buru.
” Ada aturan terbaru dari PMK yang prioritasnya adalah terkait dengan pemberdayaan , ” jelasnya.
Pemberdayaan merupakan program pemerintah pusat dimana fokus pemerintah di desa yang tertuju juga pada ketahanan pangan , tambahnya.
” Sekarang pemerintah lagi genjot program makan siang yang bahan bakunya diambil dari lahan kebun milik masyarakat yang dibeli oleh Bumdes , ” ujarnya.
Lanjutnya , penggunaan Dana Desa ditahun 2025 fungsi pengawasannya sudah sangat ketat yang difokuskan pada ketahanan pangan.
” Jadi tidak ada lagi pembangunan fisik namun semuanya fokus pada ketahanan pangan , dan ini akan menentukan langkah pemerintah didesa untuk kesejahteraan rakyat , ” pungkasnya.
Bung Forbes

