Lahan Kayu Putih Dikota Namlea Kembali Terbakar Disejumlah Titik
Kab Buru , Namleanews.com – Kebakaran lahan kayu putih kembali terjadi disejumlah titik dalam kota Namlea Kabupaten Buru . Jumat ( 29 / 09 / 23 )
Terjadi kebakaran lahan kayu putih yang terpantau diantaranya , samping Mesjid Al – Buruj , samping Tugu Tani , dan belakang SMK Negeri 6 , kebakaran terjadi pada pukul 13 : 25 WIT , serta Lokasi Gunung Tatanggo yang terjadi pada malam hari sekitar puku 18 : 00 WIT.
Dalam kebakaran ini tidak terdapat korban jiwa dan perumahan masyarakat , fasilitas umum maupun bangunan pemerintahan.

Kejadian kebakaran yang terjadi pada jumat siang itu penyebabnya karena ada masyarakat yang membuang puntung rokok ke rumput yang kering diareal lahan kayu putih , dan hal ini diperparah dengan angin kencang membuat api dengan cepat melahap dan merambat ke seluruh areal rerumputan yang kering.
Pemda Buru melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD ) , Satpol PP , Pemadam Kebakaran ( DAMKAR ) yang dibantu oleh Polres P Buru dan masyarakat melakukan pemadaman api bersama.
Kepala BPBD Kabupaten Buru Hady Zulkarnaen dan Kapolres P Buru AKBP Nur Rahman , turun langsung bersama masyarakat untuk memadamkan api dilokasi kebakaran.
Dengan kondisi cuaca yang ekstrim sekarang ini masyarakat diminta agar lebih berhati – hati ketika melakukan pembakaran ataupun membuang puntung rokok di sekitar halaman ataupun pekarangan yang ada rerumputan kering.
Namun upaya pemadaman tersebut dipersulit oleh keterbatasan alat pemadam kebakaran dan sumber air yang jauh dari lokasi hal ini sangat menyulitkan petugas.
Kabupaten Buru sangat membutuhkan lebih banyak armada pemadam kebakaran untuk dapat mengatasi berbagai kebakaran yang terjadi mengingat luasnya lahan yang terdiri dari rerumputan kering yang sangat dekat dengan pemukiman masyarakat.
Sementara armada yang dimiliki oleh Damkar Kabupaten Buru hanya tinggal satu dan ini menjadi salah satu kendala saat mengatasi kebakaran dibeberapa tempat yang sering terjadi secara bersamaan.
Kurangnya unit mobil untuk operasional karena ada beberapa mobil damkar yang mengalami kerusakan , damkar Kabupaten Buru saat ini hanya memiliki satu unit mobil yang beroperasi untuk menanggulangi setiap kebakaran yang terjadi di kota Namlea.

Kondisi ini sangat menyulitkan para petugas untuk dapat bekerja secara optimal dalam melayani masyarakat. Apalagi unit pemadam tidak memiliki anggaran untuk perbaikan mobil tersebut.
Sangat diharapkan ada perhatian pemerintah pusat ataupun propinsi untuk adanya penambahan unit mobil dan alat penunjang pemadam lainnya agar tugas pemadam dapat berjalan sebagaiman yang diharapkan masyarakat.
( Bung Forbes )

