Investasi Panas Bumi Tetap Menghargai Tatanan Adat Buru
KAB BURU , Namleanews.com – Perkembangan populasi penduduk di Kab Buru kedepan semakin bertambah dan hal itu memicu meningkatnya kebutuhan akan energi , guna mendukung laju pertumbuhan ekonomi. Rabu 24/07/24
Oleh sebab itu di Kab Buru perlu ada energi pembangkitan listrik dari sumber yang terbarukan , demi lancarnya berbagai investasi yang dapat mendukung proses pembangunan.
Sebab energi panas bumi merupakan salah satu sumber energi yang terbarukan , pembangkit listrik dari panas bumi menghasilkan sedikit sekali emisi karena tidak ada proses pembakaran , sehingga panas bumi termasuk sumber energi yang ramah lingkungan.
Hal ini diungkapkan oleh salah satu pengamat dan pemerhati lingkungan Zulfikar Hadi .
Menurutnya , hal di atas menyebabkan pengembangan pemanfaatan energi panas bumi sangat atraktif untuk mendukung pelaksanaan pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan karena mengurangi penggunaan bahan bakar berbasis fosil dan emisi GRK.
Potensi pemanfaatan panas bumi juga berpotensi menguntungkan secara finansial karena dapat menghemat untuk pengadaan bahan bakar subsidi listrik APBN yang dialokasikan berbasis fosil untuk pembangkitan listrik.
” Panas Bumi (geothermal) merupakan pemanfaatan energi panas bumi dari bawah permukaan bumi untuk menghasilkan listrik maupun panas , ” jelasnya.
Menurutnya , energi panas bumi ini berasal dari aktivitas tektonik di dalam bumi yang terjadi sejak planet ini diciptakan. Panas ini juga berasal dari panas matahari yang diserap oleh permukaan bumi.
Pembangkit listrik tenaga panas bumi hanya dapat dibangun di sekitar lempeng tektonik di mana temperatur tinggi dari sumber panas bumi tersedia di dekat permukaan.
Pengembangan dan penyempurnaan dalam teknologi pengeboran dan ekstraksi telah memperluas jangkauan pembangunan pembangkit listrik tenaga panas bumi dari lempeng tektonik terdekat.
Efisiensi termal dari pembangkit listrik tenaga panas bumi cenderung rendah karena fluida panas bumi berada pada temperatur yang lebih rendah dibandingkan dengan uap atau air mendidih.
” Rendahnya temperatur membatasi efisiensi dari mesin kalor dalam mengambil energi selama menghasilkan listrik. Sisa panas terbuang , kecuali jika bisa dimanfaatkan secara lokal dan langsung misalnya untuk pemanas ruangan , ” ungkapnya.
Namun menurutnya , investor juga jangan melupakan peran masyarakat , terutama masyarakat adat yang memiliki hak atas lahan disekitar area aktifitas panas bumi tersebut.
Ketika menggunakan lahan masyarakat adat , maka harus ada kompensasi atau dicari lahan penggantinya oleh investor.
Masyarakat adat merupakan intentitas yang berbeda , mereka punya suatu sistim sosial politik dan ekonomi yang sesuai dengan tatanan dan aturan adatnya , sehingga kekayaan alam merupakan sumber kehidupan bagi mereka dan harus dihargai oleh investor ketika hendak berinvestasi di kawasan mereka.
Bung Forbes

