Bahas Pembangunan Bupati Ikram Umasugi S.E. Temui KSP Dudung Abdurachman di Jakarta
KAB BURU , Namleanews.com – Langkah konkret percepatan pembangunan di daerah terus diperkuat melalui kolaborasi lintas tingkatan pemerintah.
Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Jenderal (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman, menerima audiensi Bupati Buru Ikram Umasugi beserta jajaran Kepala Dinas di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (28/8).

Pertemuan mendalam ini berfokus pada sinkronisasi kebijakan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah guna mengakselerasi sejumlah sektor prioritas di Kabupaten Buru mulai dari konektivitas fisik, ketahanan gizi masyarakat, pemberdayaan ekonomi berbasis desa, hingga tata kelola lingkungan hidup.
Infrastruktur sebagai Konektor Pertumbuhan Ekonomi salah satu poin utama pembicaraan adalah percepatan pembangunan infrastruktur darat, khususnya jaringan jalan dan jembatan.
Secara analisis pembangunan regional, ketersediaan infrastruktur konektivitas merupakan faktor kunci (enabler) untuk memangkas biaya logistik dan membuka isolasi wilayah.
Peningkatan konektivitas di Kabupaten Buru diharapkan tidak hanya memperlancar mobilitas penduduk, tetapi juga memperkuat rantai pasok distribusi hasil pertanian dan kelautan daerah ke pasar yang lebih luas.

Penguatan Ekosistem Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa
Di sektor kesejahteraan sosial dan SDM, pembahas mengevaluasi keberlanjutan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam rangka program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pemerintah Kabupaten Buru secara khusus mengusulkan penambahan titik layanan SPPG, terutama untuk menjangkau kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Pendekatan ini diintegrasikan secara strategis dengan penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Melalui penyelarasan model bisnis, kesiapan gerai, dan konsolidasi potensi ekonomi lokal, KDKMP diproyeksikan menjadi pilar penyokong ekosistem MBG.
Model intergrasi ini menciptakan multiplier effect peningkatan status gizi anak sekolah berjalan beriringan dengan perputaran ekonomi petani, peternak, dan pelaku UMKM lokal.
Pengelolaan Lingkungan dan Penanganan Limbah terpadu selain pembangunan fisik dan ekonomi, aspek keberlanjutan lingkungan menjadi prioritas pembahasan.
Pemkab Buru menyampaikan urgensi dukungan pusat dalam modernisasi tata kelola sampah dan limbah.
Pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) : Mendorong peralihan dari sistem pembuangan konvensional menuju pengelolaan berbasis daur ulang dan pengurangan sampah dari sumbernya.
Peningkatan Armada dan Fasilitas : Penambahan sarana pengangkutan dan kontainer sampah untuk memperluas jangkauan layanan kebersihan kota.
Pengelolaan Limbah B3 dan Medis : Penguatan sistem penanganan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) serta limbah fasilitas kesehatan secara terintegrasi guna mengantisipasi risiko terhadap lingkungan dan kesehatan publik.
Sinergi Pusat – Daerah
Pertemuan di Bina Graha ini menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk terus mengawal isu-isu krusial di daerah melalui pendekatan intervensi yang terukur dan kolaboratif.
Sinergi antara Kepresidenan dan Pemerintah Kabupaten Buru menjadi wujud nyata hadirnya negara dalam memastikan bahwa arus pembangunan nasional berdampak langsung dan dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat di daerah.

