Semua Warga Desa Wapsalit Telah Kembali Beraktifitas
Kab Buru,namleanews.com – Warga masyarakat Desa Wapsalit Kecamatan Lolongguban Kabupaten Buru yang diisukan mengungsi telah kembali ke desa dan sudah beraktifitas seperti biasa. Senin 04/09/23
Sebelumnya beredar informasi yang berkembang dimasyarakat desa Wapsalit tentang adanya berbagai dampak akibat aktifitas Pt OG Indonesia didesa tersebut.
Akibat dari maraknya informasi itu , membuat masyarakat terprofokasi sehingga sebagian pergi meninggalkan desanya dan memilih tinggal dikebun.
Namun seiring waktu , informasi – informasi itu ternyata tidak benar dan mulai disadari oleh mereka bahwa , ternyata informasi itu semua berasal dari sumber yang tidak benar dan diduga memiliki tujuan lain dengan memanfaatkan kondisi masyarakat.
Seperti yang diungkapkan oleh salah satu warga Desa Wapsalit Gani Nurlatu , diberitakan kalau dia bersama keluarganya lainnya mengungsi ke Dusun Lokasi Desa Kayeli.
” Kami bukan mengungsi tetapi kami datang kesini untuk berkebun dan berburu , ” jelas Gani.
Dikatakan oleh Gani , mereka pada prinsipnya tidak merasa terganggu dengan aktifitas Pt OG Indonesia , istri dan anaknya masih tetap tinggal di Desa Wapsalit dan dirinya selalu mengirim keperluan mereka , ungkapnya.
Dia berharap , masyarakat Desa Wapsalit agar tidak terpengaruh berbagai informasi yang berkembang , lakukan saja pekerjaan sehari – hari demi menghidupi keluarga.
Hal yang sama juga disampaikan oleh Kepala Dusun Lokasi Desa Kayeli Tita Balu bahwa , masyarakat Desa Wapsalit yang datang ke Dusunnya , bukan mengungsi tetapi datang untuk berkebun dan itu sudah berlangsung lama.
” Mereka sudah lama berada disini dan tujuannnya itu untuk berkebun dan berburu , serta sebagian mengambil daun kayu putih , ” kata Tita.
Sambungya , mereka biasa datang bersama keluarga dan sudah bikin rumah atau tempat tinggal disini.
Kemudian Kepala Desa Wapsalit Bartolemous Wael saat ditemui dikediamannya menjelaskan , dirinya sangat sesali ada oknum – oknum yang memprovokasi masyarakatnya sehingga mereka meninggalkan desa.
” Tetapi syukurlah semuanya sudah kembali , dan telah menyadari kalau selama ini mereka hanya diperalat dengan berbagai informasi yang disampaikan , ” tegasnya.
Sekarang yang masih tinggal di gunung itu hanya mereka yang sedang mengambil minyak kayu putih karena mereka memang pekerja ketel , imbuhnya.
Terkait pencemaran sungai sakral wankedan Kepala Desa menegaskan , itu karena adanya aktifitas penambang emas ilegal yang dilakukan oleh masyarakat adat sendiri dilokasi gunung nona.
” itu karena para penambang emas ilegal yang beraktifitas dilokasi gunung nona , sehingga menyebabkan sungai air wankedan menjadi berubah warna , ” ucapnya.
Dikesempatan lain Kepala Sekolah SD Wapsalit Arwiyah Wael menjelaskan , sekarang anak – anak sudah kemblai bersekolah , setelah dilakukan rapat bersama masyarakat serta petuah adat termasuk kaksodin.
Diakui olehnya , kalau sebelumnya memang ada beberapa anak yang mengikuti orang tuanya mengungsi ke kebun , sebab adanya informasi yang beredar dimasyarakat.
” Sekarang semua anak – anak sudah masuk sekolah , tidak ada lagi yang tinggal di kebun , ” pungkasnya.
( Bung Forbes )

